Contoh Cerpen, Puisi dan Sastra

Puisi : PAHLAWAN TAK DIKENAL


Oleh :
Toto Sudarto Bahtiar



 
 
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang
Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannya memeluk senapang
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang
wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi padang senja
Dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu
Dia masih sangat muda
Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata : aku sangat muda
(1955)
Siasat,
Th IX, No. 442
1955
Sajak-sajak Perjuangan dan Nyanyian Tanah Air

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori puisi / Toto Sudarto Bachtiar dengan judul Puisi : PAHLAWAN TAK DIKENAL. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://cerpen-puisi-sastra.blogspot.com/2012/03/puisi-pahlawan-tak-dikenal.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: Sastra Indonesia - Wednesday, March 28, 2012

Belum ada komentar untuk "Puisi : PAHLAWAN TAK DIKENAL"

Post a Comment